Social Icons

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Desember 2014

Takjub akan Rahasiamu






Mentari tlah mengitari ufuk...
Hingga tenggelam dalam lautan emas...
Sang rembulan pun tlah merangkai berjuta bintang...
Diatas kelamnya langit malam..
Hingga langit mulai tampak kembali..
Namun diujung malamku..
Belum jua ku temukan sebuah keajaiban...
Aku jua belum menemukan satu jawaban...
Atas do’a yang slalu ku panjatkan...
Dan usaha yang ku perjuangkan,,,
seakan-akan sirna seiringnya waktu berjalan..
Sepertinya restu tuhan tak kunjung tiba..
Meski doaku terus menjemputnya diatas langit ketujuh..
Aku malah tersesat dalam penantian ini..
Secercah harapanpun tak mampu aku uraikan dalam untaian tasbih...
Aku terjatuh,,hening,,dan membisu,,
seberkas cahaya mulai memancar terang benderang..
Aku perlahan sadar...
Detik demi detik mulai ku mengerti..
Bahwa tuhan tak pernah tidur...
Putus asa yang sempat singgah dalam benakku..
Sekarang ku hanya bisa merunduk dan malu..
Ternyata tuhan punya rahasia indah untukku..
Dan ternyata tuhan mendengar pintaku
jauh sebelum ku memohon...
Dan semua menjelma layaknya keajaiban
yang menakjubkan....

Karya  : hermanto




mentari tlah mengitari ufuk...
Hingga tenggelam dalam lautan emas...
Sang rembulan pun tlah merangkai berjuta bintang...
Diatas kelamnya langit malam..
Hingga langit mulai tampak kembali..
Namun diujung malamku..
Belum jua ku temukan sebuah keajaiban...
Aku jua belum menemukan satu jawaban...
Atas do’a yang slalu ku panjatkan...
Dan usaha yang ku perjuangkan,,,
seakan-akan sirna seiringnya waktu berjalan..
Sepertinya restu tuhan tak kunjung tiba..
Meski doaku terus menjemputnya diatas langit ketujuh..
Aku malah tersesat dalam penantian ini..
Secercah harapanpun tak mampu aku uraikan dalam untaian tasbih...
Aku terjatuh,,hening,,dan membisu,,
seberkas cahaya mulai memancar terang benderang..
Aku perlahan sadar...
Detik demi detik mulai ku mengerti..
Bahwa tuhan tak pernah tidur...
Putus asa yang sempat singgah dalam benakku..
Sekarang ku hanya bisa merunduk dan malu..
Ternyata tuhan punya rahasia indah untukku..
Dan ternyata tuhan mendengar pintaku
jauh sebelum ku memohon...
Dan semua menjelma layaknya keajaiban
yang menakjubkan....

Karya  : hermanto

RENCANAMU LEBIH INDAH dari RENCANAKU





Badai pasti berlalu..
Kata-kata itu lah yang saat ini ku harapkan..
Ntah sampai kapan kata-kata itu jatuh dari langit..
Dalam gelap aku tak dapat bertahan..
Akupun tak sanggup berdiri dalam kuatnya badai ini..
Putus asa ku terhempas di bumi yang kering..
Hidupku menjerit kehausan..
Kehidupan tak ubahnya kematian..
Hikmah yang kutanya-tanya..
Kenapa hidup tak sejalan dengan keinginanku..
Kenapa sejarah tak sejalan dengan anganku..
Rencana yang ku rangkai seolah-olah
membunuku perlahan-lahan..
Ambisius membuatku lupa..
Masih ada tuhan..
Yang lebih berhak merencanakan sesuatunya..
Dan saat badaiku berlalu..
Ku sadari..
Rencanamu lebih indah dari rencanaku..

By : Hermanto Putra

Senin, 13 Oktober 2014

Bisikan Syukur Dari Hati


Disini... aku merasa terbuang dari anganku yang panjang
Aku merasa terjatuh, saat aku tak mampu lagi berdiri meraih mimpi dalam genggaman.
Ah... lagi-lagi aku bosan dengan potret langkah yang tak habis aku arungi.
Aku disini.. tapi menginginkan disana
Padjajaran yang ku nanti, imam bonjol yang ku dapati.
Berharap mekar dalam ribuan generasi , tapi malah layu dalam sunyi.
Hari demi hari telah terkikis dalam dikte kata sabar
Sabar, Ah sabar.. persetan dengan kata sabar hmm.
Itulah logika gila yang selalu berlari menerpa hati.
Resah, Gundah aku merasa goyah..
Dan selalu ingin meludah
Perjalananku selalu terasa tak renyah.
Tiba-tiba aku tersandung bongkahan hati nurani nan suci
Yang menyapaku dengan senyuman riang
Terkesima, ternganga dan terpesona
Sayup-sayup sampai mengalir tenang menggores jiwaku nan buta.
Sabarlah jalanilah inilah rambu-rambu dari Tuhan mu
Nikmatilah buah dalam lingkaran ladang ilmu mu
Kata-kata itu selalu terngiang, berbisik halus dalam benakku
Hingga dipertengahan malam ku terjaga
ku basahi beribu noda yang bertabur pada jiwa dan raga
Aku bersimpuh di sajadah panjangku
dalam renungan yang paaling dalam
Diam...
Sunyi...
Dan hanya jangkrik yang berbisik
Mutiara penyesalan jatuh di pelupuk mata.
Raga menggigil tak berdaya.
Bibir bergetar dan bedo’a
“Ya Allah.. Ya Rahman.. Ya Rahim..
Betapa kotornya hambaMu yang tak pernah bersyukur.
Alangkah hinanya jika aku kufur..
Kufur dalam nikmatmu ya Allah.
Asa ku kembali bangkit dari keterpurukan jiwa
Yang membakar amarah dan merobek kata terpaksa.
Yang membuat ku lupa, lupa akan semua ilmu disini yang tak mungkin ada disana.
Sadarilah.. syukurilah..ilmu dunia akhirat akan bisa kau telah.


Karya Devi Virhana

Senin, 16 Juni 2014

PERPISAHAN



Mungkin kata itu yang bisa membuat mu merelakan ku
Tiada guna lagi untuk kau kenang masa kita
karna perpisahan yang terjadi
tak bisa membuat kita utuh kembali
walau berpisah namun jangan
kau jadikan perpisahan ini akhir dari kenalan kita
tetaplah lalui jalan yang pernah kita lewati meski tak barsama ku
hidupkanlah kenangan itu kembali
dengan kisah baru mhu dan biarkan ku tetap hidup di setiap kenangan'' mhu
mohon jangan lagi 
jangan lagi berputus asa
jalani lah yang mestinya harus tuk kau jalani
memang semuanya tak slalu indah
tak seperti yang kau inginkan.....
Perpisahan kata itu yang melanda kita
terbelenggu air mata
dan jangan lah engkau pungkiri,
meski perpisahan ini sakit
aku pernah mengisi hati mu

by: iis rahayu kumala sari

Sabtu, 14 Juni 2014

Cinta Terlarang

Cinta Terlarang

Ijinkan AKu hanya sedetik menatapmu
Meski hati ini tak seharusnya menyapa harapan
harapan indah untuk bersamamu
namun ijinkan aku menatapmu,
meski untuk yang terakhir kali

Ijinkan aku bertanya kepada Tuhan
kenapa cinta ini harus hadir
dan tertaut pada mu ?
inikah ujian hati? ataukah sekedar lelucon tuhan?

airmata ini menjadi kenangan terakhir tentangmu
satu - satunya hal yang akan tetap menemaniku
saat sendiri, saat kau tak lagi disisi,
saat kau tak bisa aku miliki,

terendap laraku,
laksana luka yang tergores dari pisau berkarat
kian lama kan kian bernanah
aku takut dengan rinduku
tapi selalu menikmati rindu ini
aku cemas dengan kecemasanku
tapi aku teramat menghayati

Aku tau takan ada kebersamaan abadi untuk kami
tapi ijinkan satu detik saja
untuk menatapmu
untuk sekedar menyakinkanku
bahwa engkau bukanlah untukku

by. gina okvi sandi

Untukmu Nenek

Untukmu Nenek

Ku persembahkan puisiku
Untuk melepaskan rinduku padamu
Rasaku yang fana menginginkan kehadiranmu
Lagi

Untukmu nenek
Teringat masa-masa bahagia dengan mu
Disaat kau tergelak riang bersamaku
Yang membuat jiwa ini bangkit kembali

Untukmu nenek
Bersamamu aku bahagia
Karena bersamamu aku merasakan kebahagian
Dan merasakan arti mencintai dan dicintai

Semua karenamu
Nasehat-nasehatmu
Telah menjadikanku orang dewasa
Terselip katamu yang bijak
Membuatku jadi sosok orang yang tegar

Rinduku padamu
Membuat tetes air mata ini menjadi deras
Ku harap kau mendengar serpihan hatiku
Karena kau adalah wanita yang luar biasa
Terima kasih nenek

by. gina okvi sandi

Rabu, 28 Mei 2014

SURAT UNTUK PRESIDEN

SURAT UNTUK PRESIDEN

Hari ini Indonesia merintih
Berita demi berita hanyalah berisi kepedihan
Begitu banyak rakyat menderita
Sungguh berat beban hidup ini
Bapak presiden kenapa sekolah ini mahal ?


Kenapa banyak rakyat miskin tak bisa bersekolah
Kenapa sembako dan BBM merangkak naik
Sungguh pilu hati ini melihatnya
Bapak presiden marilah kita gandengkan tangan,
Rekatkan barisan , ambilah jalan yang terbaik
Berilah kemudahan bagi siswa – siswi Indonesia
Berilah kelapangan bagi rakyat – rakyat miskin
Bapak presiden kami kan bersatu,
tapi kuasa ada di tanganmu
Bapak Presiden RI
telah lama kini rakyatmu olah tanah subur ibu pertiwi
mulai moyang hingga anak cucu
dengan segenap syukur mengendut tubuh

mulai awal pagi kusanggulkan cangkul
hingga siang, luh meratap ke dengkul
memulang senja menumbuk untuk isi wakul
biar malam cukup hangat untuk berkumpul

dari gubuk kecil atap jerami
kutoreh satu mimpi
mimpi juga pesan dari sebutir padi
yang disemai hingga dilahap tanaknya nasi

satu pesan lewat khusuk tunduk padi
dan walau generasi tak mau bertani
"cukupkan sebutir nasi untuk ikut sarapan dari jerih kami
"agar matiku sesahaja padi menunduk karena berisi..
Bapak presiden kami kan bersatu,
tapi kuasa ada di tanganmu...
Dengarlah... harapan ini hanya pada mu..

karya : Jumiati Rahma Yani

Kekejaman Politik

Kekejaman Politik
 
Politik
memang aku belum tau apa apa akan politik
tapi aku bisa Melihat
dan masih rasakan kejamnya sebuah politik itu
entah masih ada hati dikalangan orang politik itu
seperti logika yang tak digunakan lagi dan nurani layaknya teroris
lihatlah mereka
dendangan,nyanyian para birokrat
dengan bangsawan deputi
mengambil muka mengejar kursi
mengumbar janji demi janji
seperti ungkapkan sebuah syair
berlagak seperti sesosok figur pemimpin yang adil
pelindung,penolong bagi kami rakyat kecil
tapi
jauh setelah ia dapatkan yang diingini
tiada bukti dari janjinya
sesuainya kau kelompok para demon

itu lah politik di negeri ini
hanya mengumbar kata bergaya prosa
selalu menjalankan gaya provokasi
yang membuat kebodohan menjadi abadi
kemiskinan rakyat menjadi tersembunyi

politik
hampa etika
dibalik slogan tanpa Efisiensi.Edukatif dan Demokrasi

karya : Iis Rahayu Kumala Sari

Senin, 12 Mei 2014

_ Malaikat ku Ibuku _


_ Malaikat ku Ibuku _
Aku tau ,
urga itu malaikat ridwan
Tapi malai
Malaikat s
ykat dunia ku adalah ibuku
ring tak berdaya
Mal
Di kala lemah tubuhku Terb
aaikatku selalu di sampingku Tanpa mau beranjak
au bukan hanya sa
Aku sangat ingat Dan tidak akan pernah lupa Ka
ltu atau dua Bukti kisah kasih ibuku untuk ku Berat hati
gginggat kan
Akan hal- hal yang harus aku
Jika aku terlalu over dalam rutinitas ku Ibuku selalu me
n lakukan Larangan ini itu demi kebaikan ku jua Malaikat bagi anak-anaknya Ibu berhasil
di yang terbaik
Kami sem
Meski apa yang dilakukan Tak di minta balasan Malaikat ku Maafkan aku Aku belum bisa j
aua berjanji Akan menjadi malaikat kecil Untuk mu Ibuku Aku sangat mencintai mu Aku sangat sayang ibuku
tuk ibu ?
Tak ku miliki sesuatu
Dunia akan terasa tidak lengkap Jika malaikat ku tidak ada Ibuku Selalu di hatiku Apa yang ku berikan u
n yang berharga Hanya bait perbait dari puisi ini Karna malaikat ku Adalah ibuku I love so much mom
Karya : Lusy Septriani

Sabtu, 10 Mei 2014

Nada-nada dalam bingkai


Nada-nada dalam bingkai 

sebuah nada 
Mengalun ,,,dengan birama lembut 
klasiknya piano menghanyutkan hening
netralnya kunci G pada senar gitar menggunciku dalam hayalan 
memberi rasa pilu dalam hati 
Ya Wadud figur itu slalu terdiam 
tampa senyuman ,ketika ku bercerita 
menangis ,bahagia dia tetap bisu dengan putih pasi dirawut wajahnya 
jauh waktu merenggut kebersamaan 
jauh alam memisahkan kasih sayang 
namun tak kan sejauh darah dengan organ 
meski kini hanya sebuah figur foto dalam bingkai 
hanya dapat ku pandang tanpa dapat ku peluk 
dan kuraskan kasih sayang nya.
Namun Dialah alasan mengapa hingga saat ini aku kuat
Dengan kemelut hidup penuh senyum kepalsuan 
Trimaksih karna engkau tlah menjadi pidadari tanpa sayap ku
Ibu… engaku surgaku 





RIKA TRI APYENI