Social Icons

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 April 2014

Dasrizal: PNS Wajib Kerja 7,5 Jam per Hari

Wartawan : Kanadi Warman (Mg)


Suarakampus.com- Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus memenuhi jam kerja selama tujuh jam tiga puluh menit per hari. Hal ini disampaikan oleh Dasrizal, Kepala Biro AUAK IAIN Imam Bonjol Padang dalam Sosialisasi Implementasi Referensi Birokrasi Dan Rencana Pemberian Tunjangan Kinerja, Senin (31/03).
Dasrizal mengatakan, seluruh PNS di IAIN IB Padang wajib menaati peraturan yang ditetapkan oleh Kemenag tentang peraturan kinerja PNS. “Bab II pasal III peraturan menteri agama RI menjelaskan PNS harus bekerja tujuh setengah jam dalam satu hari dan wajib mengisi absen kehadiran,” terangnya.
Sosialisasi ini, lanjutnya, merupakan lanjutan dari acara serupa yang diselenggarakan oleh Kemenag di Jakarta, Rabu hingga Jumat (26-28/03) lalu. Kegiatan itu diikuti oleh perwakilan yang ditunjuk oleh pimpinan kampus. “Saya berkewajiban untuk menyampaikan kembali kepada PNS IAIN IB Padang tentang peraturan tersebut,” ujarnya dalam sosialisasi di Auditorium M Yunus.
Dia menambahkan, seluruh PNS IAIN IB Padang harus meningkatkan kedisiplinan dan sadar akan tugasnya. “Seorang PNS yang bertugas sebagai dosen harus menjalani tugasnya mengajar dan bagi PNS yang mempunyai jabatan selain dosen harus menajalankan tugasnya dengan baik,” tambahnya.

Salah seorang PNS dari Fakultas Adab menuturkan, aturan yang dibuat oleh Kemenag cukup bagus untuk meningkatkan kedisiplinan mengajar. “Aturan yang dibuat Kemenag bisa ditaati oleh seluruh PNS. Semoga dengan aturan tersebut, sistem pembelajaran kampus ini menjadi lebih baik,” harapnya.

Organisasi Di Lingkungan Islam



Vani Burmalis, mahasiswi jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol (IB) Padang, mengungkapkan organisasi-organisasi mahasiswa yang bernaung dalam lingkungan kampus Islam sepertinya menomor duakan Syariat  Islam. Hal seperti ini tidak seharusnya terjadi dalam lingkungan  Islam. menomor. Bisa dilihat bagaimana organisasi yang ada di kampus ini, mereka lebih mementingkan organisasinya dari pada menjalankan perintah Tuhan. Contohnya dalam hal shalat. Ketika mereka menyelenggarakan rapat atau sebuah acara, padahal  saat  itu suara adzan sudah menyeru untuk mengajak umat Islam untuk sholat. Namun mereka hanya berhenti sejenak  ketika adzan berhenti berkumandang dan mereka melanjutkan rapatnya kembali. Apakah hal ini pantas dilakukan oleh organisasi di lingkungan kampus Islam? Seharusnya mereka melaksanakan shalat, setelah selesai shalat, maka barulah dilanjutkan acarnya tersebut,” ungkap Vani.

Hari Buruh

Hari Buruh
Lusy Septriani, mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol Padang, ia menuturkan Buruh pada dasarnya adalah manusia yang menggunakan tenaga dan kemampuannya untuk mendapatkan balasan berupa pendapatan baik uang maupun bentuk jasa lainnya, dari apa yang telah  mereka lakukan untuk kelangsungan hidupnya. Namun buruh yang bertugas di kampus IAIN  Imam Bonjol (IB) Padang ini,  dipertanyaan. Apakah para buruh mempunyai tempat tinggal yang layak buat mereka, sampai mereka dijadikan kampus  tempat tinggalnya. “Dari hasil pantawan saya,  para buruh di kampus ini sepertinya kurang diperhatikan oleh  pihak kampus.  Saya melihat para buruh yang bertugas membersihan kampus ini dan tinggal di dalam salah satu dikampus itu tidaklah wajar. Karena fakultas tersebut adalah tempat belajarnya para mahasiswa. Dan bukan untuk di tempat tinggal. Seharusnya pihak kampus tersebut menyediakan tempat yang layak untuk para buruh, seperti membuatkan rumah yang layak buat mereka,” tutur Lusy.


Organisasi Masa kini


Albilahamahasakti, Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol (IB) Padang, menuturkan organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi. “Haraoan saya kepada  saudara ku, lakukanlah kalau engkau menganggap organisasi itu hak mu sebagai mahasiswa dan kamu harus juga tau di atas hak kamu ada kewajibanmu menuntut ilmu tidak salah berorganisasi tapi sungguh rugi kalau tujuan mu tak kamu dapatkan,” tutur Albi.